NAMA : INTAN BRELIAN PEBRIYANTI
NIM : C1AA18054
KELAS : 1B S1 Keperawatan
A. PENGERTIAN MENSTRUASI
Menstruasi merupakan pengeluaran darah, mukus, debrissel dari mukosa uterus diesertai pelepasan (deskuamasi) endometrium secara periodk dan siklik, yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi. siklus menstruasi merupakan waktu sejak hari pertama menstruasi periode berikutnya sedangkan panjang siklus menstruasi adalah jarak antara tanggal mulainya menstruasi yang lalu dan mulainya menstruasi berikutnya. siklus menstruasi pada wanita normalnya berkisar antara 21 - 35 hari dan hanya 10 - 15% yang memiliki siklus permenstruasi 28 hari dengan lama menstruasi 3 -5 hari, ada juga yang 7 - 8 hari.
Siklus menstruasi di bagi menjadi empat, yaitu :
1. stadium menstruasi
pada fase ini, endometrium terlepas dari dinding uterus dengan disertai pendarahan dan lapisan yang masih utuh hanya stratum basale. rata - rata fase ini berlangsung selama rentan 3 - 5 hari.
2. stadium proliferasi
stadium proliferasi dibagi menjadi dua yaitu:
a. stadium proliferasi dini,dimana kondisi endometrium tipis tebalnya kurang lebih 2 mm, kelnjar - kelenjarnya dalam kondisi lurus, epitelnya kubus rendah dan intinya dibagian basal.
b. stadium proliferasi lanjut, endometrium menjadi lebih tebal, hal ini diakibatkan penambahan strom akibat pemecahan sel.
3. fase sekresi/luteal
stadium sekresi dibagi menjadi 2 yaitu :
a. stadium sekresi dini, lebih tipis daripada fase sebelumnya dikarenakan kehilangan cairan tebalnya kurang lebih 4 -5 mm.
b. stadium sekresi lanjut, tebalnya kurang lebih 5 - 6 mm dimana keadaan endometrium sangat vaskuler, kelenjar sangat banyak dan berkelok, kaya dengan glycogen dan sangat ideal untuk nutrisi dan perkembangan ovum.
4. stadium premenstruil
Adanya infiltrasi sel darah putih biasanya PMN atau sel bulat. stroma mengalami disintegrasi, dengan menghilangkan cairan dan sekret maka akan menjadi collaps dari kelenjar dan arteri, terjadi vasokonstriksi kemudian pembuluh darah berelaksasi dan akhirnya pecah.
B. PENGERTIAN STRES
Stres merupakan respon tubuh yang sifatnya nonspesifik terhadap tuntutan beban yang merupakan respon fisiologis, psikologis dan perilaku dari manusia yang mencoba untuk mengadaptasidan mengatur baik tekanan internal dan eksternal (stresor). stres yang berkelanjutan dapat menyebabkan depresi yaitu apabila sense of control atau kemampuan untuk mengatasi stres pada seseorang kurang baik.
C. HUBUNGAN ANTARA STRES TERHADAP SIKLUS MENSTRUASI REMAJA
pada saat remaja terjadi berbagai macam perubahan emosi akibat suatu stressor telah dihubungkan dengan adanya fluktuasi hormonal selama siklus menstruasi. beberapa penelitian menunjukan stressor seperti meninggalkn keluarga , masuk kuliah, bergabung dengan militer, atau memulainkerja yang baru berhubungan dengan tidak datangnya menstruasi, meningkatkan panjang siklus menstrusi atau atau jadi menunda periode setiap bulannya. adanya perbedaan latar belakang sosiodemografi, tingkat aktifitas dan tingkat kemampuan adaptasi diduga juga menyebabkan timbulnya keluhan stres.
D. PENANGGULANGAN
1. mengatur diet dan nutrisi
2. istirahat dan tidur
3. berolahraga
4. berhenti merokok
5. menghindari minuman keras
6. mengatur berat badan
7. mengatur waktu dengan tepat
8. terapi fsikofarmaka
9. terapi sormatik
10. terapi religius
REFERENSI
Setiawati.E.S.2015.Pengaruh stres terhdap sikus menstruasi remaja.Vol.4, No. 2
Hatmawati.M.N.2015.Tingkat stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswa.60.jurnal ilmiah kesehatan. Vol.8 , No. 1. hal 58-67
Tombokan.C.K,
Pangemanan.C.H.D, Engka.A.N.J.2017.Hubungan antara stres dan pola
siklus menstruasi pada mahasiswa kepanitrean klinik madya (co-assistant)
di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.jurnal e-biomedik (ebm), Vol. 5,
No. 1
Yamamoto.K,
Okazai.O, Sakamoto.Y, Funatsu.M.2009.The relationship between
premenstrual symptoms, menstrual pain, irregular menstrual cycles, amd
phschosocial stress among japanese college student. J physiol antrhopol.
28 : 129-136
Kumari.V,
Corr.J.P.1998.Trait anxiety, stress, and menstrual cycle: effects on
raven's standard progressive matrices test. person.individ.diff. Vol.2,
No. 5 pp. 615-623